Teka-teki Surat Cinta La FAILLE

December 14, 2019


Surat cinta yang dikirim dari Kota Radja (Atjeh) oleh lelaki yang LDR itu kepada Istrinya di Belanda tertanggal 5 April 1887, isinya masih sulit dipecahkan, walau tulisanya rapi dan penuh seni tetapi rangkainnya penuh teka-teki

Kata-kata yang sering dia ulamg-ulang adalah tentang penyakit itu. Karena penyakit itu dia dikirim ke Atjeh oleh pemerintah Belanda. Dia sebagai seorang pakar yang sudah Professor sangat diandalkan oleh Belanda untuk memecahkan teka-teki penyakit itu, yang menyerang beribu-ribu tentara pemerintah Belanda. Karena akhirnya mereka tidak hanya menghadapi para kesatria atjeh dengan senjata Kelewangnya tetapi juga harus memerangi penyakit aneh itu. Apakah dia sempat singgah ke Fort de Kock (Bukittinggi)? Sebagai tempat pelarian pasien untuk di sembuhkan! (Long Journey My research)


Pada akhinya kesimpulan yang dia buat tentang penyakit tersebut, tidak membantu pemerintah  bahkan teorinya gagal yang dibuktikan oleh junior yang melanjutkan tugasnya, bahkan nama Juniornya tersebut terpampang besar sebagai sebuah Institusi penelitian di Jakarta sekarang.

Tapi surat cinta yang tersimpan rapi semenjak tahun 1887 sampai sekarang sebagai arsip, patut di ancung jempol, sebenarnya surat ini tergabung dalam beberapa surat lainnya, juga foto masa mudanya serta cap stempelnya dan struk gajinya, serta puisi coretannya tentang sang Istri yang kemudian telah mendahuluinya. Tidak hanya itu, arsip ini tergabung dalam arsip keluarga besarnya yang punya silsilah nama kalau di Minang Kabau di sebut Ranji.

Mereka sangat peduli tentang dokumen walau itu hanya surat cinta dari sang mantan. Begitu juga negaranya, sehingga dengan arsipnya yang detail rapi dan terjaga berhasil menjajah Indonesia begitu lama.

Arsip tentang Indonesia di Belanda tidak hanya sampai periode mereka menjajah kita, bahkan sampai periode Orde lama, Orde Baru, dan seterusnya tersimpan dengan rapi. Mereka menyadari arsip adalah aset dan kekayaan abadi negara, karena arsip tersebut berdatangan para peneliti ke negaranya, tentu menghabiskan banyak duit menuju Belanda dalam menelusuri arsip tersebut, dan itu menjadi pendapatan dan sumbangan abadi untuk negaranya.

Tidak hanya tentang ilmu sejarah Hindia Belanda yang berkembang disana tetapi juga bagaimana kehidupan Indonesia hari ini terus menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka. Hal tersebut sangat mudah di kepoin melalui dunia maya lihat saja Web KITLV, begitu seringnya menyajikan seminar tentang kita. Ketika disana sempat mengikuti tentang bagaimana bisnis kopi di Indonesia, “mereka mempelajari bagaimana para tengkulak kopi meraih ke untungan dari para petani”.


Sebenarnya tulisan ini mengatakan, mari simpan arsip kita dengan baik, bisa jadi itu tiket kereta perjalananmu dari Yogyakarta menuju Bandung, sebagai bukti perjalanan mudamu, yang mengingatkanmu tentang seseorang yang duduk disampingmu ternyata hari ini dia menjadi seorang yang berjasa untuk negara ini. Atau menyimpan dengan rapi notulensi kuliah atau ceramah yang kamu ikuti. Karena kesadaran arsip kita yang kurang, betapa banyak yang kehilangan ijazah, pasport atau buku nikah karena lupa menaroknyanya dimana atau sudah rusak dimakan rayap karena tidak tau cara merawatnya. Sekarang semakin mudah mengarsipkan dokument pribadi kita bisa di foto atau di scan.

Kata seorang sahabat menyimpan dengan baik arsip atau benda kenangan pribadi kita dengan baik salah satu bentuk pedulinya kita tentang jejak yang kita ukir. Benda-benda tersebut akan membangkitkan ingatan lama bagaimana kisah perjalanan kita, mengingatkan masa jaya agar belajar untuk lebih baik kedepannya. (WSY)


You Might Also Like

0 comments

FOLLOW ME IN

Twitter Facebook Instagram

Advertise

Get All The Latest Updates Delivered Straight Into Your Inbox For Free!