Kata “Malala” tentu asing bagi orang selain Minangkabau, kalau dilihat penggunaannya sekarang lebih di artikan ke “jalan-jalan” tapi makna sebenarnya bukanlah seperti itu. Waktu kecil saya sering kena tegur sama mama “ ondeh nak pai Malala se dari tadi, karajo mama banyak yang butuh di tolong” atau kata lain “ nak, anak gadis ndak boleh palala do”. Gimana ya cara menjelaskannya ya? Intinya...