Assalamuallaikum.. Hai teman-teman,,, Apa kabar ni...?? Semoga dalam keadaan baik-baik saja. Sebelumnya perkenalkan nama saya Muhammad Ridho saya tinggal di asrama M.syaff lantai 3.26. Kali ini aku mau sedikit cerita tentang suka duka kehidupanku di asrama. Gak terasa saya sudah hampir setahun tinggal di asrama. Sebelumnya saya gak menyangka setelah tamat SMK dengan mendapatkan beasiswa bidikmisi bahwa saya tinggal di asrama dikarenakan teman-teman...
Hari itu aku memulai aktvitas ku kembali. Menjalani status ku yang berubah dari siswa menjadi mahasiswa. Semua perasaan pun berbaur. Perasaan senang karena aku bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Perasaan haru ini muncul karena aku tidak pernah menyangka bahwa apa yang aku inginkan dulu, bisa aku dapatkan sekarang. Namun perasaan sedih pun tak mau kalah. Berpisah dengan orang tua yang selama...
Pejuang Tesis (@wahyusy) Setelah penantian panjang dimasa liburan salah satu hal yang ditunggu adalah siapa pembimbing tesisku. Setiap jurusan di UGM mempunyai kebijakan yang berbeda termasuk siapa pembimbing tesis. Beberapa teman-teman jurusan lain mereka berhak mengajukan siapa pembimbingnya dan bisa request, begitu pula dengan kampus-kampus luar negri. Tentu sesuai keilmuan dan bidang yang kita tulis dengan pembimbing tersebut dan mungkin sedikit pertimbangan kedekatan...
Never the Twain is one of the most popular works in Indonesian modern fiction. Hanafi, the protagonist, is madly in love with Corrie du Bussee, a beautiful Eurasian, although he is already betrothed to his cousin Rapiah. Who should he marry? Corrie the liberated Western woman or the tradition-bound Rapiah? The main conflict is an allegory of pre-independence Indonesia when—as it struggled to...